Tanggal :August 5, 2020

Info Lengkap Seputar HRD dan Tips Interview Kerja ! Siapkan Bekalmu

Spread the love

Info Lengkap Seputar HRD dan Tips Interview Kerja.

Banyak dari kita yang ingin bekerja sebagai HRD dan ingin menjadi HRD yang profesional atau bekerja dengan performa yang baik, tetapi sebelum menjadi HRD kita harus mengetahui apa saja sih tugas dan tanggung jawab dari HRD itu ? dan bagaimana cara agar bisa menjadi HRD, kita akan bahas lengkap hingga tuntas diartikel ini.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita pahami apa itu HRD, simak dibawah ini :

Apa itu HRD ?

Audit Report HRD

Audit Report HRD

HRD adalah singkatan dari Human Resource Development, atau biasa disebut dengan manajemen sumber daya manusia, kenapa diperlukan manajemen sumber daya manusia ? karena sumber daya manusia atau karyawan itu adalah aset yang sangat berharga dan sangat penting bagi perusahaan, sehingga dibutuhkan seseorang yang dapat mengatur karyawan tersebut, dan orang yang mengatur karyawan tersebut itu adalah seorang HRD. menurut wikipedia baca disini saja.

Apa Tugas dan Tanggung Jawab HRD ?

Sebelum kamu ingin melanjutkan cita-cita sebagai HRD, alangkah lebih baik jika kamu mengetahui terlebih dahulu apa tugas dan tanggung jawab seorang HRD, berikut tugas dan tanggung jawab HRD beserta penjelesan lengkapnya :

  1. Rekruitment Karyawan Baru

Saat kita melamar pekerjaan dan kemudian dipanggil untuk melakukan tes dan interview, maka itu semua merupakan tugas dan tanggung jawab dari seorang HRD.

Proses rekruitment karyawan baru itu adalah proses yang panjang yang melibatkan orang lain, setiap perusahaan memiliki proses rekruitment yang berbeda-beda, ada yang tesnya hanya 1 kali hingga ada perusahaan yang menyelenggarakan tes hingga 3 kali bahkan lebih.

  1. Memberikan Informasi Seputar SOP Perusahaan

HRD biasanya akan memberikan informasi seputar SOP perusahaan, apa itu SOP ? SOP adalah Standar Operasional Prosedur, yaitu suatu pedoman tertulis yang digunakan untuk operasional perusahaan terhadap kinerja karyawan, bertujuan agar perusahaan berjalan dengan baik dan memiliki karyawan yang taat dengan aturan yang berlaku.

Masih bingung seputar SOP ?

Baik mari kita bahas beberapa SOP secara umum yang berlaku diperusahaan :

– Seluruh karyawan wajib datang tepat sebelum pukul 08.00 WIB, kecuali satpam atau security yang berlakunya sistem shift.

– Seluruh karyawan wajib mengikuti apel pagi atau briefing pagi tepat pada pukul 08.00 WIB untuk membahas tugas masing-masing divisi.

– Seluruh karyawan memiliki jam istirahat 2 kali dalam sehari, yaitu pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB untuk makan siang dan istirahat serta sholat dhuhur bagi yang menjalankan, dan pada pukul 15.00 hingga 15.30 WIB untuk melaksanakan sholat ashar bagi yang melaksanakan.

– Seluruh karyawan pulang pada pukul 16.00 WIB kecuali jika ada jam lembur tambahan dan satpam atau security yang berlakunya sistem shift.

Seperti diatas contoh SOP yang umum berlaku diperusahaan, dan HRD bertugas untuk menyampaikan SOP tersebut kepada karyawan baru agar mengerti dan memahani bagaimana prosedur yang berlaku diperusahaan.

  1. Orientasi karyawan baru

Tugas HRD selanjutnya adalah orientasi karyawan baru atau lebih tepatnya memberikan arahan, dan pengenalan kepada karyawan baru terhadap apa saja yang ada diperusahaan, seperti misalkan mengenalkan karyawan ke divisi barunya, membantu karyawan untuk mengenali apa saja tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan, memberikan penjelasan mengenai fungsi setiap departemen atau divisi, dan lain sebagainya.

  1. Training dan pengembangan untuk karyawan baru

Tugas dan tanggung jawab yang sangat penting selanjutnya adalah mengenai pengembangan dan training untuk karyawan baru, proses pengembangan dan training yang dilakukan oleh HRD berbeda-beda setiap perusahaan, ada yang prosesnya sambil bekerja, ada juga yang karyawan fokus 1 hingga 3 bulan untuk training tanpa bekerja secara full time, tetapi proses training tersebut harus maksimal agar menghasilkan karyawan yang profesional dan berkomitment.

Apa Saja Cara dan Syarat Menjadi HRD yang Baik dan Profesional ?

Ketika kita melihat lowongan pekerjaan diposisi HRD, kriteria atau syarat yang dibutuhkan untuk dapat melamar pekerjaan tersebut adalah lulusan dari manajemen atau psikologi, dan tidak sedikit perusahaan yang mewajibkan orang yang melamar harus lulusan S1 psikologi.

Apakah Menjadi HRD Harus Lulusan S1 Psikologi ?

Jawabannya adalah semua tergantung dari perusahaan yang merekrut, terkadang ada yang merekrut HRD hanya lulusan SMA saja atau D3 semua jurusan, itupun hanya yang sudah berpengalaman dalam bekerja maupun pernah memegang tugas untuk mengatur atau memanajemen karyawan, tetapi itu hanya berlaku untuk perusahaan kecil dan berkembang, untuk perusahaan besar syarat wajib adalah S1 Psikologi.

Kualifikasi Untuk Bisa Menjadi Seorang HRD

Selain syarat jurusan harus psikologi, ada kualifikasi lain yang harus dipenuhi oleh pelamar bagian HRD, berikut contoh kualifikasi HRD secara umum :

  1. Memiliki kemampuan interpersonal yang baik sehingga bisa berhubungan dengan baik kepada sesama karyawan saat di kantor.
  2. Memiliki pengetahuan sistem informasi atau berbasis teknologi karena banyak perusahaan yang sudah menggunakan aplikasi sejenis HRIS atau Human Resource Information System untuk memudahkan dalam pengelolaan karyawan.
  3. Memiliki kemampuan berkomunikasi secara tertulis dan secara lisan.
  4. Bisa dengan mudah beradaptasi dengan banyak tipe dan sifat orang baru termasuk perbedaan pada aspek agama, pendidikan, budaya,usia dan pengalaman kerja, hingga perbedaan level jabatan
  5. Memiliki penngetahuan seputar statistik dan keuangan (walaupun hanya basic).
  6. Memiliki kemampuan untuk memberikan solusi atau jalan keluar ketika terjadi permasalahan.

Berapa Gaji Saat Bekerja Sebagai HRD ?

Ilustrasi Gaji HRD

Ilustrasi Gaji HRD

Selain penjelasan diatas, ada pertanyaan lain seputar HRD, yaitu berapa sih gaji seorang yang bekerja sebagai HRD ? sepertinya menjanjikan dengan posisi kerja HRD yang berada dibawah naungan departemen SDM secara langsung, berikut penjelasannya :

Berdasarkan informasi yang beredar di situs lowongan kerja, seperti misalkan jobstreet dan jobsid, gaji seorang HRD dijakarta berkisar antara 4 juta hingga 5 juta untuk freshgraduate dan pengalaman kurang dari 1 tahun, dengan pengalaman yang lebih dari 1 tahun tentunya akan lebih tinggi gajinya tergantung dari seberapa lama pengalaman sebagai HRD diperusahaan.

Berbicara mengenai gaji karyawan, sebenarnya tergantung dari lokasi tempat bekerja juga, jika dijakarta gaji 4 juta itu mendekati UMR (3.9 juta) maka jika diperusahaan yang berada di kota Solo gaji 4 juta akan terlihat sangat tinggi dikarenakan UMR di kota solo adalah sekitar 1.9 juta.

Apa Bedanya Antara HRD dengan Personalia di Perusahaan ?

Banyak yang bertanya mengenai apa sih bedanya HRD dengan personalia di perusahaan ? Sebenarnya banyak perusahaan yang menjadikan tugas HRD dan personalia itu menjadi satu, atau dengan kata lain HRD dan personalia itu sama. Tetapi banyak juga perusahaan terutama perusahaan menengah ke atas yang memisahkan antara HRD dan Personalia, lalu apa bedanya ?

HRD bertugas dan memiliki tanggung jawab untuk melakukan rekruitment karyawan baru dan menyeleksinya, training karyawan baru, memberikan informasi SOP kepada karyawan baru, dan lain sebagainya.

Sedangkan Personalia bertugas dan memiliki tanggung jawab untuk mengelola SDM (sumber daya manusia) seperti mengelola data karyawan, absensi karyawan, data rekruitment karyawan, dan semua hal yang bersifat administratif lainnya, seperti :

– Personalia melakukan penerimaan tenaga kerja secara koordinasi.

– Personalia melakukan sosialisasi dan koordinasi terhadap karyawan lain.

– Personalia melakukan persiapan perjanjian kerja dengan karyawan baru atau bisa juga diganti dengan tugas HRD.

– Personalia melakukan penyusunan absensi daftar hadir karyawan.

– Personalia melakukan penyiapan surat menyurat internal dan eksternal perusahaan.

– Personalia melakukan pembaruan atau update data karyawan.

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa perbedaan antara HRD dan Personalia itu terletak pada ruang lingkup kerjanya, jika HRD lingkupnya adalah pada bagian perekrutan karyawan, tetapi Personalia terletak pada bagian administrasi karyawan, baik karyawan baru hingga karyawan lama. Keduanya bekerja sama dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

Apa Bedanya Interview User dan Interview HRD ?

Ketika kamu sudah melewati fase test tertulis pada proses seleksi rekruitment pekerjaan di suatu perusahan dengan baik, maka kamu boleh berbangga diri terlebih dahulu karena berarti kamu telah menyingkirkan ratusan orang pelamar kerja bahkan mungkin ribuan orang pelamar kerja pada saat sesi seleksi karyawan tertulis sebelumnya.

Tetapi ternyata setelah menyelesaikan tes seleksi tertulis, kamu harus menghadapi yang namanya interview atau wawancara kerja.

Saat ada panggilan interview biasanya panggilan pertama itu adalah interview HRD, dan jika dirasa lolos maka lanjut ke interview User, tetapi tidak jarang juga banyak perusahaan yang menggabungkan interview keduanya dalam satu kali interview saja, karena untuk menghemat waktu supaya lebih cepat untuk mendapatkan karyawan baru.

Tetapi apakah pelamar kerja ini sudah paham mengenai apa sih bedanya antara interview user dengan interview ? Berikut penjelasan mengenai bedanya antara interview user dan interview HRD.

Interview HRD adalah proses interview yang sangat erat kaitannya dengan test tertulis psikotest. Baik saat test psikotest maupun interview HRD inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan bagi tim internal HRD perusahaan untuk menentukan kualitas pelamar kerja, apakah sesuai dengan kualifikasi perusahaan atau tidak, apakah calon pekerja yang bersangkutan pantas dan bisa untuk lolos ke tahap interview user atau tidak, semua ini bergantung pada penilaian HRD saat test psikotes dan interview HRD, dan biasanya saat interview HRD ini pewawancara adalah pihak HRD itu sendiri.

Tahap selanjutnya setelah pelamar kerja melalui interview HRD adalah interview user.

Interview Process

Ilustrasi Interview

Interview user adalah interview yang nantinya menjadi tahap paling menentukan, karena pewawancara adalah calon atasan kamu nanti jika kamu memang diterima di posisi atau jabatan yang kamu lamar.

Beberapa perusahaan besar seperti BUMN dan swasta terkadang memberlakukan sistem gugur dimana setiap pelamar kerja ada yang harus terhenti langkahnya dan tidak bisa masuk ke tahap selanjutnya, tentunya dengan penilaian yang sangat ketat dan terstruktur.

Apa Saja Contoh Pertanyaan Interview Kerja ?

  1. Silahkan perkenalan diri !

Pertanyaan pertama ini adalah pertanyaan yang umum ditanyakan, yaitu perkenalan, jawablah dengan tegas dan terlihat menguasai keadaan, jawablah dengan memperkenalkan diri secara singkat tetapi jelas, asal sekolah atau pekerjaan terakhir, job desk di pekerjaan terakhir, kontribusi untuk pekerjaan diperusahaan terakhir dan fokus pada pengenalan skill kepada HRD.

Selanjutnya kamu bisa menjawab sendiri tentunya dengan jujur

  1. Silahkan ceritakan apa saja yang kamu ketahui tentang perusahaan ini !

Untuk jawaban ini kamu harus belajar atau mempelajari tentang perusahaan yang dituju, bisa melalui google atau situs resmi perusahaan tersebut, tidak usah dihafal, tetapi yang penting kamu paham tentang perusahaan tersebut bekerja dibidang apa saja, jawab juga dengan tegas tetapi santai.

  1. Kenapa kamu tertarik melamar pekerjaan di perusahaan ini ?

Jawab dengan jujur tetapi jangan terlalu berlebihan, seperti ingin gaji lebih besar, ingin bekerja diperusahaan lebih besar dari sebelumnya, jangan menjawab seperti itu, karena hal tersebut terkesan lebih kepada menjelek-jelekkan atau merendahkan perusahaan lain.

  1. Coba ceritakan tentang posisi kerja yang kamu lamar di perusahaan ini !

Pertanyaan ini akan mudah dijawab jika kamu benar-benar niat untuk melamar pekerjaan diperusahaan tersebut, contoh misalkan kamu melamar pekerjaan sebagar web programmer, ya saat interview jelaskan saja mengenai web programmer dan tugas-tugas web programmer, agar menjadi nilai plus dari HRD.

  1. Apa kelebihan kamu atau skill yang kamu punya ?

Jawablah denga jelas, singkat dan padat, jangan bertele-tele atau malah terlalu lama menjelaskannya, biasanya karena pelamar antusias, akan membuat dirinya terlalu percaya diri menjelaskan kelebihannya atau skillnya sehingga lupa waktu, ini yang menjadi minus dari HRD, kecuali skillnya benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan, itu sudah lain penilaiannya.

  1. Kamu ingin lingkungan kerja yang seperti apa ?

Pertanyaan ini sedikit susah karena pelamar kerja belum mengetahui bagaimana lingkungan kerja didalam perusahaan tersebut, jawaban paling aman adalah kamu menjelaskan bahwa bisa bekerja dalam lingkungan yang kondusif dan formal seperti perusahaan umumnya, dan juga dapat bekerja secara team atau kreatif.

  1. Apa yang bisa kamu berikan untuk perusahaan ini ?

HRD ingin mengetahui bahwa kamu benar-benar bisa memberikan perubahan yang baik terhadap kinerja didalam perusahaan.

  1. Apakah pernah bekerja sebelumnya ?

Jawablah dengan jujur walaupun hanya bekerja sebentar atau kurang dari 1 tahun diperusahaan sebelumnya dan katakan dengan jelas apa jobdesk kamu diperusahaan sebelumnya.

  1. Kenapa kamu berhenti kerja atau resign dari perusahaan sebelumya ?

Pertanyaan ini juga akan mudah kamu jawab jika jujur, kamu jawab dengan alasan yang sesuai dengan yang kamu alami, contoh seperti kamu keluar bekerja karena habis kontrak dan tidak diperpanjang, atau adanya permasalahan dengan atasan yang kamu tidak bisa bekerja dengannya, intinya jawab jujur pertanyaan ini selama kamu berhenti atau resign dari perusahaan sebelumnya.

  1. Apakah ada proses lamaran kerja di perusahaan lain ?

Biasanya pelamar kerja itu tidak hanya melamar disatu perusahaan saja, bisa beberapa perusahaan sekaligus ketika melamar, terlebih sekarang melamar kerja banyak yang secara online, tentu akan lebih mudah untuk pelamar kerja melamar dibanyak perusahaan sekaligus. Maka dari itu jawab saja apa adanya jika memang kamu melamar juga diperusahaan lain dan kualifikasi kamu cocok dengan perusahaan, maka HRD akan lebih cepat untuk menerima kamu kerja karena takut diambil oleh perusahaan lain.

  1. Berapa gaji kamu di perusahaan sebelumnya ?

Tentunya jawaban kamu ini akan mempengaruhi dengan gaji kamu diperusahaan tersebut nantinya, dan pasti akan ditawarin gaji yang lebih besar dari perusahaan sebelumnya, tetapi kamu harus menjawab yang realistis jangan sampai hanya karena kamu melebih-lebihkan gaji sebelumnya akan membuat HRD berfikir dua kali karena gaji yang terlalu tinggi.

  1. Apa tujuan hidup kamu 5 tahun kedepan ?

Pertanyaan ini sangat umum ditanyakan dibeberapa perusahaan, intinya HRD ingin tahu apakah kamu orang yang perencana dan mempunyai visi yang jelas dalam kehidupan atau tidak, jawab dengan visi atau rencana yang menyangkut dengan visi perusahaan tersebut, nilai plus juga dari HRD.

  1. Coba jelaskan kelebihan dan kekurangan kamu !

Pertanyaan yang cukup sulit juga untuk dijawab, tetapi yang pasti jawab dengan jujur dan untuk bagian kelebihan, jawab dengan skill yang kamu miliki dan harus searah dengan posisi kerja yang kamu lamar.

  1. Kamu ingin gaji berapa ?

Seperti pada pertanyaan nomor 11, jawaban ini kamu harus masuk akal dan harus diatas gaji diperusahaan sebelumnya tergantung dari seberapa lama pengalaman kamu bekerja.

  1. Apabila kamu diterima, kamu bisa masuk kerja kapan ?

Pertanyaan terakhir, jawab pertanyaan ini dengan logis, jika memang kamu perlu persiapan karena mungkin kamu butuh tempat kost atau kontrakan baru ya harus butuh waktu 1 minggu untuk mencari kost dan membawa barang-barang ke kost baru, tentu jawaban ini kamu persiapkan juga dengan baik.

Contoh pertanyaan interview diatas adalah contoh pertanyaan yang paling umum ditanyakan saat proses interview dengan HRD, tentunya pertanyaan ini bisa menjadi referensi bagi pihak HRD untuk mencoba bertanya hal lain diluar dari pertanyaan umum diatas, yang berpotensi untuk menemukan karyawan baru yang potensial bagi perusahaan.

Tips dan Trik Saat Interview Kerja

Ketika kamu mendapatkan email atau panggilan telepon bahwa kamu diterima dari hasil tes sebelumnya dan akan dilanjutkan dengan interview atau wawancara dengan HRD dan User, ketika kamu mendapatkan informasi tersebut, kamu bisa langsung mempelajari apa saja kemungkinan pertanyaan yang ditanyakan oleh pihak HRD seperti contoh pertanyaan interview diatas.

Berdasarkan penelitian oleh para ahli, bahwa penilaian rekruitment oleh HRD itu sekitar 70% nilainya berasal dari interview kerja, jadi tes yang sebelumnya kamu jalani itu memiliki nilai sekitar 30%, bisa lebih dan bisa kurang, tergantung dari penilaian perusahaan tersebut.

Berikut tips interview sederhana yang bisa kamu terapkan dan dilatih sebelum menjalani interview kerja.

  1. Mempelajari tentang perusahaan

Setelah kamu mendapatkan informasi bahwa telah lolos tes tertulis, maka selanjutnya kamu harus menyiapkan diri untuk mempelajari tentang perusahaan tujuan, tujuannya hanya agar saat interview kamu bisa lancar menjawab pertanyaan dari HRD atau User.

  1. Menceritakan kemampuan dan skill yang kamu miliki dengan percaya diri dan penuh antusias.

Hal ini menurut para ahli atau HRD merasa menjadi nilai yang sangat penting untuk para pelamar kerja, dengan menceritakan kemampuan dan skill kamu dengan percaya diri akan membuat HRD dan User merasa bahwa kamu orang yang tepat untuk mengisi jabatan tersebut.

  1. Jangan terlalu berfikir terlalu lama ketika menjawab pertanyaan,

Point ini juga penting ya, jangan lama saat menjawab pertanyaan dari HRD atau User, jangan sampai HRD atau User berfikir seolah-olah kamu menjawabnya berbohong atau mengada-ada, dengan menjawab secara cepat itu membuktikan bahwa kamu orangnya jujur dan apa adanya.

  1. Menjawab semua pertanyaan dengan tegas dan percaya diri.

Jawab semua pertanyaan dengan sikap yang tegas dan perlihatkan bahwa kamu orang yang percaya diri, ini akan menjadi nilai yang bagus juga karena kamu akan dinilai sebagai orang yang selalu percaya diri ketika nanti bekerja diperusahaan tersebut.

  1. Coba untuk menghindari memberikan penjelasan yang berbelit-belit atau terlalu panjang.

Belajar untuk berbicara secara tepat dan tidak berbelit-belit secara teratur, kamu bisa belajar dengan mencoba menjawab contoh pertanyaan interview diatas, ada beberapa pertanyaan interview tersebut yang bisa buat kamu latihan agar bisa menjawab pertanyaan saat interview dengan baik, lancar dan meyakinkan.

  1. Ceritakan juga bahwa kamu mampu untuk bekerja secara tim

Karyawan yang bisa bekerja secara tim adalah karyawan yang sangat ideal untuk perusahaan kecil, menengah hingga perusahaan besar, kenapa ? karena dengan adanya karyawan yang bisa bekerja secara tim, itu akan lebih memudahkan kinerja operasional perusahaan dan akan lebih baik hubungan antar karyawan.

Kalau kamu orang yang pendiam, dan kurang bisa bersosialisasi dengan baik, maka kamu harus mulai belajar bagaimana cara berinteraksi dan bersosial terutama didalam ruang lingkup pekerjaan, karena kamu akan memiliki point nilai lebih jika kamu dapat bekerja secara tim.

  1. Menjelaskan bahwa kamu adalah orang yang bisa bertahan lama diperusahaan dan tidak mudah untuk resign.

Berbicara mengenai karyawan yang sering keluar dari perusahaan atau lebih tepatnya resign dari tempat kerja, itu akan menjadi point minus dari HRD bahkan dari User sekalipun, karena HRD akan menilai karyawan tidak dapat berkontribusi lebih kepada perusahaan jika belum lama bekerja tetapi sudah resign atau keluar dari perusahaan.

Banyak perusahaan yang rela mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga untuk melakukan perekrutan karyawan, melakukan training kepada karyawan baru tersebut hingga karyawan tersebut dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan diperusahaan baru tersebut.

Waktu untuk training karyawan baru setiap perusahaan memberlakukan waktu yang berbeda-beda, ada yang training karyawan baru itu 3 bulan, ada yang hanya 1 bulan, semua tergantung dari pihak perusahaan, biasanya semakin besar perusahaan, maka akan semakin lama untuk waktu training nya.

Selain tips interview kerja diperusahaan, dibawah ini juga ada tips untuk interview secara online, kini banyak perusahaan terutama startup atau perusahaan menengah kebawah yang melakukan perekrutan karyawan secara online dan biasanya melalui video call atau telepon.

 

Berikut tips interview kerja secara online.

  1. Siapkan laptop atau handphone yang akan digunakan untuk interview online, dan pastikan berfungsi dengan baik.
  2. Siapkan juga koneksi internet atau jaringan untuk telepon, pastikan berjalan dengan lancar.
  3. Pandang HRD yang mewawancarai sehingga seperti ngobrol biasa.
  4. Penampilan harus sopan rapi walaupun interview secara online.
  5. Jawab pertanyaan dengan baik dan penuh dengan antusias, ini akan membuktikan bahwa walaupun interview secara online tetapi kamu tetap antusias menjalaninya.

 

Penutup

Demikianlah artikel yang membahas seputar HRD secara lengkap, baik itu dari penjelasan apa itu HRD, penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab seorang HRD, hingga contoh soal interview HRD yang akan menjadikan referensi untuk kamu yang ingin menjadi HRD.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman kamu agar mendapatkan referensi dunia HRD.

Terima kasih.

Apabila Anda Programmer anda Bisa membaca mengenai Suka Duka Programmer disini.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *