Tanggal :September 22, 2020

Penjelasan Antara Kolonialisme dan Imperialisme, Sejarah Kelas XI Lengkap

Spread the love

Penjelasan Antara Kolonialisme dan Imperialisme

Mendengar kritik bahwa secara politis bangsa indonesia sudah merdeka tetapi secara ekonomis masih sering dipermainkan oleh kekuatan-kekuatan ekonomi global. Bahkan ada yang secara ekstrim mengatakan “bangsa indonesia sudah merdeka secara politik tetapi masih terjajah di bidang ekonomi.” Bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa tidak hanya terjajah secara ekonomi,Indonesia juga sedang berkembang imperialisme kebudayaan. 
Dapat dirasakan bahwa kemandirian dan kekuatan ekonomi Bangsa Indonesia masih lemah karena pengaruh kekuatan asing dan utang luar negeri yang tidak sedikit. Sementara di dalam negeri berbagai penyelewengan di berbagai sektor ekonomi, termasuk korupsi yang masih terus berlangsung. Begitu juga kalau mencermati perkembangannya budaya dan gaya hidup sebagian generasi muda mudi kita yang lebih bangga dan menyenangi dan mengikuti budaya Barat. Contohnya, anakanak dan remaja akan lebih mengenal dan bangga memakan hamburger dari pada jenis jenis makanan di negeri sendiri misalnya seperti singkong goreng. 
Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa kemandirian di berbagai bidang seperti  ekonomi kita masih lemah? Mengapa jati diri di bidang kebudayaan bangsa indonesia juga kurang kompetitif?  Yang jelas kemandirian ekonomi memang harus terus diperjuangkan oleh bangsa indonesia, mengingat negeri indonesia negeri yang begitu kaya.
Indonesia atau sebutan Kepulauan Nusantara, sementara kaum kolonial Barat menyebutnya negeri indonesia dengan tanah Hindia. Sejarah telah mencatat bahwa kekayaan kekayaan Kepulauan Nusantara begitu luar biasa. Kekayaan bumi Nusantara ini dapat diibaratkan bahwa negeri ini merupakan “mutiara dari timur”. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa kalau Kepulauan Nusantara atau Indonesia ini sangat menarik perhatian kongsi-kongsi Eropa untuk menguasainya. Terjadilah perebutan hegemoni di antara mereka bangsa Eropa yang ingin menjajah Indonesia. Akibat penjajahan dan dominasi asing yang telah membuat jati diri dan budaya bangsa indonesia terancam dan menjadi rapuh. Begitu pula kehidupan sosial ekonomi menjadi tersendat. Kalau kita merenungkan masalah-masalah tersebut bisa jadi berasa; dari berkembangnya kultur kolonialisme dan imperialisme Barat di Nusantara sejak abad ke-17. Nah, mulai saat itu Bangsa Indonesia tidak memiliki kemandirian dan kedaulatan baik diberbagai bidang secara ekonomi, sosial,  politik, maupun budaya. 
Realitas kehidupan semacam itu sangat perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak.  Dalam kenyataan sekarang ini Indonesia masih dapat dirasakan adanya pengaruh Bangsa barat yang begitu kuat  di dalam dinamika kehidupan perekonomian di Indonesia. Utang luar negeri yang juga semakin Banyak dan menumpuk, di samping penyakit korupsi pejabar yang belum dapat diberantas. Kalau begitu apakah benar kehidupan-kehidupan sekarang ini juga ada warisan yang berasal dari zaman penjajahan, zaman dominasi kolonialisme dan imperialisme yang ada di Indonesia. Bila mengingat prinsip sebab akibat dan konsep dalam perubahan dan keberlanjutan, sangat mungkin kehidupan Bangsa Indonesia sekarang ini juga dipengaruhi oleh kultur di zaman zaman penjajahan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia. Bagaimana sebenarnya perkembangan perkembangan  dominasi kolonialisme dan imperialisme di Indonesia yang sudah dari dulu muncul sejak abad ke-16.
Berikut ini Penjelasan tentang perkembangan dominasi kolonialisme dan imperialisme di Indonesia. 
Pentingnya mempelajari Sejarah Kolonoalisme
“Mempelajari sejarah perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia akan memberikan penyadaran dan memberikan pelajaran dan sekaligus peringatan. Mengapa kita sampai dijajah? mengapa penjajahan berlangsung sangat lama? apa ada yang salah dengan bangsa kita? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu akan memberikan pelajaran dan inspirasi bagaimana kita mengelola negara dan pemerintahan Indonesia dengan kedaulatan dan kemandirian yang utuh sebagai bangsa yang merdeka.”

A. Perburuan “Mutiara dari Timur” dan Perebutan Hegemoni

Kekayaan dan keindahan tanah Nusantara itu pula yang menarik dan menggiurkan bangsa-bangsa lain untuk datang. Sekarang mereka datang ke Indonesia, ada yang sebagai wisatawan, ada sebagai penanam modal, ada yang bekerja seperti konsultan, dan lainlain. Tetapi dalam perjalanan sejarah Indonesia, kedatangan bangsa-bangsa asing terutama Eropa di Nusantara yang dimulai abad ke-16 ternyata telah membawa sebuah perubahan besar dengan terjadinya suatu masa penjajahan bangsa Barat.

1. Motivasi, Nafsu, dan Kejayaan Eropa

Dunia Baru  yang ada di sebelah timur (timurnya Eropa). Wilayah itu sebagai penghasil bahan-bahan yang sangat diperlukan dan digemari oleh bangsa-bangsa Eropa. Bahan-bahan yang dimaksudkan itu adalah rempah-rempah seperti cengkih, lada, dan pala.
Kehidupan global semakin berkembang dengan maraknya penjelajahan samudera orang-orang Eropa ke dunia Timur. Begitu juga  peristiwa kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia, telah ikut meningkatkan kehidupan global. Peristiwa itu dilatarbelakangi oleh peristiwa  yang jauh dari Indonesia, misalnya peristiwa jatuhnya Konstantinopel di kawasan Laut Tengah pada tahun 1453. Serangkaian penemuan di bidang teknologi juga merupakan faktor penting untuk melakukan pelayaran bagi bangsa-bangsa Barat menuju Tanah Hindia/Kepulauan Nusantara. Sementara itu semangat dan dorongan untuk melanjutkan Perang Salib disebut-sebut juga ikut mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia.

2. Petualangan, Penjelajahan, dan Perebutan Hegemon

Portugis dan Spanyol dapat dikatakan sebagai pelopor petualangan, pelayaran, dan penjelajahan samudra untuk menemukan dunia baru di timur. Portugis juga telah menjadi pembuka jalan menemukan Kepulauan Nusantara sebagai daerah penghasil rempah-rempah. Kemudian menyusul Spanyol, Belanda, dan Inggris. Tujuan kedatangan mereka ke wilayah timur tidak semata-mata mencari keuntungan melalui perdagangan rempahrempah, tetapi ada tujuan yang lebih luas
Tujuan mereka terkait dengan: 
    
• gold :     memburu kekayaan dan keuntungan dengan mencari dan mengumpulkan emas perak dan bahan tambang serta bahan-bahan lain yang sangat berharga.    
•  glory :      memburu kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Dalam kaitan ini mereka saling bersaing dan ingin berkuasa di dunia baru yang ditemukannya.     
• gospel :  menjalankan tugas suci untuk menyebarkan agama. Pada mulanya orang-orang Eropa ingin mencari dan bertemu Prester John yang mereka yakini sebagai Raja Kristen yang berkuasa di Timur.
Mengenai ketiga jenis tujuan: 
gold, glory, dan gospel itu sebenarnya lebih dimiliki dan digelorakan oleh Portugis dan Spanyol.
Berikut ini akan dijelaskan petualangan, pelayaran, dan penjelajahan samudra bangsa-bangsa Eropa menuju Kepulauan Nusantara.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *